Temuan Jasad Pria di Sungai Bah Bolon, Warga Perdagangan Bernama Putra

    Temuan Jasad Pria di Sungai Bah Bolon, Warga Perdagangan Bernama Putra
    Keterangan Foto : Istimewa

    SIMALUNGUN - Temuan jasad seorang pria di aliran Sungai Bah Bolon seketika menggegerkan warga, tepatnya di Huta Keramat Kuba, Nagori Perdagangan II, Kecamatan Bandar, Kabupaten Simalungun, Rabu (26/08/2026), sekira pukul 17.50 WIB.

    Menurut, warga yang mengenali jasad pria itu disebutkan bernama Putra, warga Lingkungan XII, Kelurahan Perdagangan I Seberang, Kecamatan Bandar, Kabupaten Simalungun dan selanjutnya, jasadnya ditangani Tim Inafis Polres Simalungun.

    Informasi dihimpun, saat warga mendapati jasad tersebut dalam kondisi memprihatinkan yakni mengalami lebam dan dalam keadaan telungkup. Kemudian, disebutkan jasad pria itu mengenakan kemeja berwarna biru dan memakai celana panjang.

    Seterusnya, warga menyebutkan, jasad pria bernama Putra dievakuasi dari lokasi temuannya dan Tim Inafis Polres Simalungun melanjutkan proses autopsi jasad korban ke RSUD dan hingga saat rilis berita ini dilansir ke publik, belum ada keterangan resmi lanjutan.

    Terpisah, Kapolsek Bandar Huluan IPTU Patar Banjarnahor belum dapat dihubungi melalui selular dan awak media ini masih berupaya untuk mengkonfirmasi soal temuan jasad pria di Sungai Bah Bolon, Nagori Perdagangan II, Kecamatan Bandar hingga rilis berita ini dilansir ke publik.

    Amry Pasaribu

    Amry Pasaribu

    Artikel Sebelumnya

    Perbaikan Ruas Jalan Kerasaan - Perdagangan...

    Artikel Berikutnya

    Aktivitas Tambang Pasir Ilegal di Kelurahan...

    Berita terkait

    Rekomendasi

    Sambut Peserta Long March SMA Taruna Pelita, Pangdam Siliwangi Tekankan Disiplin dan Pantang Menyerah
    Pangdam IV/Diponegoro Ziarah ke Makam Pangeran Diponegoro di Makassar
    Setelah Jadi Sorotan, Bantuan PIP Mulai Disalurkan Bank BNI Perdagangan
    Abdullah Rasyid: Pintu Dipercepat, Pengawasan Diperketat
    Galian C Gerus Perbukitan Nagori Togu Domu Nauli Kecamatan Dolok Pardamean, Polisi Mengaku Belum Tahu

    Ikuti Kami