SIMALUNGUN-Aktivitas galian C yang diduga menggerus kawasan perbukitan Nagori Togu Domu Nauli Kecamatan Dolok Pardamean, Kabupaten Simalungun, Sumatera Utara (Sumut) menjadi sorotan tajam dan pembincangan hangat di kalangan masyarakat.
Pasalnya, Pengerukan material tanah dan batu-batuan di Nagori Togu Domu Nauli, Kecamatan Dolok Pardamean yang berjalan aman dan nyaman selama ini dikhawatirkan berdampak terhadap kondisi lingkungan serta keselamatan masyarakat yang tinggal di sekitar kawasan perbukitan.
Seorang warga Dolok Pardamean bermarga Sitio mengatakan, sedikitnya terdapat lima lokasi galian C (Galian Ilegal) yang diketahuinya berada di wilayah Kecamatan Dolok Pardamean. Kabupaten Simalungun, Sumatera Utara (Sumut).

Menurut Sitio, kondisi sejumlah bukit di sekitar lokasi tambang mulai berubah akibat aktivitas pengerukan yang terus berlangsung dan pengerukan tersebut berjalan aman, nyaman dan lancar.Ia juga mengkhawatirkan material hasil galian terbawa air hujan hingga ke badan jalan.
"Sudah habis bukit-bukit dikeruk, jadi bahaya juga kepada pengguna jalan yang melintas, " kata Sitio saat ditemui di salah satu warung di Tigaras, Senin (14/9/2026) sembari mengatakan, bahwa salah satu galian C tersebut berjarak sekitar 4 kilometer dengan Kantor Kepolisian
Ia juga menuturkan, ketika hujan turun, batu-batu kecil dan material lainnya ikut terbawa aliran air hingga ke kawasan pasar. Kondisi tersebut dinilai dapat membahayakan pengendara, khususnya sepeda motor yang melintas di jalan tersebut.
Sementara itu, Persoalan aktivitas galian C tersebut, lanjutnya, telah disampaikan kepada pihak Kecamatan Dolok Pardamean dan pihak Kecamatan disebut telah menginformasikan keberadaan aktivitas pertambangan itu Dinas terkait, namum hingga kini belum ada respon untuk menutupnya
Namun, terkait pengawasan Kepolisian, Kapolsek Dolok Panribuan, AKP Restuadi mengaku belum mengetahui informasi mengenai aktivitas galian C di wilayah tersebut. "Tidak ada sama kita. Kalau ada datanya, supaya besok kita tutup, " kata Restuadi saat dihubungi, Senin sore.

Amry Pasaribu